Minggu, 17 Maret 2013

LATAR BELAKANG


Generasi yang tangguh, terampil dan berakhlak mulia serta memiliki integritas yang tinggi adalah dambaan semua kalangan. Berangkat dari krisis multidimensional yang dialami oleh Bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita mempersiapkan generasi mendatang sebagai pelanjut estafet kepemimpinan di negeri ini. Dampak dari krisis ini tidak sedikit generasi sekarang yang bernasib Kurang baik, sekolah terputus dan hidup dengan keterbatasan.

Panti Asuhan Masyitho yang didirikan pada tanggal 01 Januari 1989 Karena Keterpanggilan Seorang Mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Departemen Agama Kabupaten Musi Rawas yang bernama Kemas Haji Mohammad Hanan yang melihat baik dalam Lingkungan beliau atau berdasarkan pengamatannya selama bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil sangat banyak Anak – Anak yang memiliki Penyandang Masalah Sosial yang diperkirakan tidak mampu untuk memperoleh Penghidupan dan Pendidikan serta Keterampilan langsung dari Keluarga tanpa adanya peran serta Lembaga lain kecuali Pemerintah dalam mengatasinya. Adapun Permasalahan Sosial yang dilihat oleh Kemas Haji Mohammad Hanan yang dihadapai Anak anak tersebut adalah yang paling utama Ketidakmampuan anak secara financial Kurang Mampu baik anak yang statusnya Yatim, Piatu, Yatim Piatu atau masih memiliki Kedua Orangtua tetapi memiliki Keterbatasan ekonomi yang diperkirakan akan mengalami tidak memperoleh pendidikan formal atau Putus Sekolah. Panti Asuhan Masyithoh Kota Lubuklinggau Adalah sebagai Lembaga Sosial Non Profit yang mencoba menampung dan mengakomodir generasi yang Menyandang Permasalahan Anak tersebut terutama dalam Memperoleh Pendidikan dan Keterampilan dalam mempersiapkan diri mereka menatap masa depan yang lebih baik.

Menyikapi hal tersebut Keberadaan Panti Asuhan Masyitho juga memiliki Keterbatasan dalam melaksanakan Visi dan Misinya tanpa ada peran ikut serta dari masyarakat dan Pemerintah untuk melaksanakan Tugas Mulia Mempersiapkan Generasi Muda Bangsa Indonesia Khususnya dalam Wilayah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten / Kota Tetangga di Provinsi Sumatera Selatan. Karena dalam mengelolah Kesinambungan Keberadaan Panti Asuhan Masyitho yang  menampung  dan Menyantuni  serta mendidik Anak anak Yatim Piatu dan Kurang mampu maka dibutuhkan sebuah Panti / Rumah bagi anak yang harus memenuhi standar kelayakan  dengan terpenuhinya Kebutuhan dasar
( Makan, Pakaian, Pendidikan dan Kesehatan ) anak asuhnya.

Mudah – Mudahan Kita Semua Sebagai anak Bangsa yang memiliki Keterpanggilan Sosial dapat  turut serta dalam Menyelamatkan mereka sehingga tidak terjadi generasi yang hilang (Lost  Generation) pada Bangsa Ini.

0 komentar:

Poskan Komentar